Mari Berbagi...dan Memberi....

2026-02-26

no image

Kinerja Sekolah/Madrasah dalam Mewujudkan Keselamatan Warga Sekolah.

Iklim lingkungan belajar yang kondusif tidak hanya tercermin dari keindahan tata ruang lingkungan sekolah/madrasah, namun yang paling mendasar adalah bagaimana jaminan keselamatan bagi seluruh warga sekolah/madrasah. Kinerja sekolah/madrasah dalam mewujudkan iklim lingkungan belajar yang menjaga keselamatan merupakan sebuah upaya sistematis untuk memastikan kondisi sarana prasarana serta lingkungan sekolah//madrasah tidak membahayakan murid, guru, maupun tenaga kependidikan. Keamanan fisik merupakan fondasi utama, karena tanpa rasa aman dari ancaman bahaya material maupun lingkungan, proses pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara optimal dan bermakna.

Aspek pertama yang menjadi indikator utama kinerja sekolah/madrasah adalah kondisi fisik bangunan. Sekolah/madrasah yang berkinerja baik memastikan bahwa seluruh struktur bangunan, mulai dari atap, dinding, hingga lantai, tidak dalam kondisi yang membahayakan atau berpotensi roboh sehingga membahayakan warga sekolah/madrasah. Bangunan yang terpelihara dengan baik mencerminkan komitmen manajemen sekolah dalam memitigasi risiko kecelakaan kerja maupun kecelakaan saat belajar, sehingga orang tua merasa tenang saat menitipkan anak-anak mereka di sekolah/madrasah tersebut.

Selain struktur bangunan yang terlihat aman dan nyaman, kualitas sarana belajar yang digunakan oleh murid juga harus mendukung kea rah trsebut (aman nyaman). Oleh karena itu, sekolah harus memastikan bahwa meja, kursi, alat peraga, hingga peralatan laboratorium dan alat/media lainnya tidak terbuat dari bahan yang berbahaya atau memiliki desain yang berpotensi melukai, seperti sudut yang terlalu tajam atau penggunaan bahan kimia beracun tanpa pengawasan. Pengadaan sarana belajar yang higienis dan aman merupakan bukti nyata dari kepedulian sekolah terhadap perlindungan fisik murid dalam aktivitas keseharian mereka.

Langkah preventif yang harus dilakukan pihak sekolah/madrasah selanjutnya adalah adanya sistem peringatan dini terhadap potensi bahaya di area sekolah. Kinerja sekolah yang responsif terlihat dari pemasangan tanda peringatan yang jelas pada area-area berisiko, seperti lantai yang licin, area tegangan listrik tinggi, atau tangga yang curam atau licin. Peringatan visual ini berfungsi sebagai pengingat bagi warga sekolah agar senantiasa waspada, sekaligus menjadi bagian dari edukasi budaya sadar risiko sejak dini kepada para murid dan warga sekolah lainnya.

Kinerja sekolah juga diuji melalui kemampuannya melakukan mitigasi terhadap kondisi lingkungan sekitar sekolah yang berisiko. Lokasi sekolah yang berada di tempat ekstrem, seperti di dekat SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), tebing, di sisi tanah yang labil, atau persimpangan jalan raya yang padat, menuntut adanya langkah pengamanan ekstra. Sekolah yang sangat baik akan menyediakan pagar pembatas yang kokoh, jembatan penyeberangan, atau prosedur penyeberangan murid yang ketat guna memastikan bahwa tantangan geografis dan lingkungan tidak menjadi ancaman bagi keselamatan nyawa murid dan warga sekolah/madrasah.

Secara komprehensif, sekolah/madrasah yang memiliki predikat kinerja sangat baik adalah sekolah yang saat diobservasi mampu membuktikan ketiadaan tiga kondisi kritis, yaitu: sarana belajar yang melukai murid, minimnya peringatan bahaya, dan pengabaian terhadap risiko di lokasi sekitar. Keberhasilan ini dicapai melalui integrasi antara pemeliharaan fisik rutin dengan prosedur operasional standar (SOP) keselamatan yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh elemen sekolah. Dengan demikian, keselamatan bukan lagi sekadar formalitas dokumen, melainkan sudah menjadi budaya.

Sekolah/madrasah yang benar-benar berfokus pada kualitas pendidikan akan menempatkan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas tertinggi dalam kinerja manajerialnya. Ciri utama sekolah tersebut adalah adanya keselarasan antara kelayakan infrastruktur, keamanan sarana belajar, ketajaman mitigasi risiko lingkungan, dan hadirnya rambu-rambu peringatan yang memadai. Melalui komitmen yang kuat yang dilakukan pemimpin sekolah dalam menjaga keselamatan fisik, berarti sekolah telah membangun fondasi kekuatan psikologis yang baik bagi murid untuk bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terlindungi.

Berikut adalah beberpa contoh dokumen yang menunjukkan pengelolaan Iklim Lingkungan Belajar yang menjaga keselamatan warga sekolah/madrasah.

 1.    Dokumen Tertulis

a)       Laporan Pemeliharaan Sarana Prasarana: Berisi catatan rutin mengenai perbaikan bangunan, pemeriksaan kekuatan struktur (atap, plafon, dinding), dan pemeliharaan fasilitas.

b)   Dokumen Mitigasi Risiko: Dokumen yang menunjukkan upaya sekolah dalam mengidentifikasi bahaya di sekitar lokasi (seperti kedekatan dengan jalan raya atau SUTET, tanah yang curam) dan rencana penanganannya.

c)      SOP Keselamatan Lingkungan: Panduan tertulis mengenai prosedur keamanan bagi warga sekolah saat berada di lingkungan yang berpotensi bahaya.

d)  Daftar Inventaris Sarana Belajar: Catatan yang menunjukkan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk praktikum atau belajar telah diperiksa keamanannya (bebas bahan kimia berbahaya yang tidak terkelola atau benda tajam yang melukai).


2.     Bukti Fisik di Lapangan

a)      Kondisi Bangunan yang Baik: Tidak ada keretakan besar pada dinding, plafon yang hampir jatuh, atap yang bocor parah, atau struktur bangunan yang miring.

b)     Papan Peringatan Potensi Bahaya: Adanya stiker atau papan peringatan di titik-titik rawan, seperti:

ü  Peringatan "Jangan Bersandar" di pagar balkon lantai atas.

ü Tanda bahaya pada stop kontak atau area tegangan tinggi.

üPeringatan zat berbahaya di dalam laboratorium.

c)     Infrastruktur Mitigasi: Adanya pagar sekolah yang kokoh untuk sekolah di pinggir jalan raya, atau pembatas khusus jika lokasi sekolah berada di area berisiko tinggi.

d)    Ketersediaan APAR: Adanya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berfungsi, tidak kedaluwarsa, dan diletakkan di tempat yang mudah diakses (terutama dekat dapur atau laboratorium).


Contoh okumen:

1. SOP Keselamatan Lingkungan Sekolah/Madrasah


Terima kasih.





no image

Instrumen Akreditasi Tahun 2026 Untuk SD, SMP, dan SMA

Ada 4 Komponen dalam Inntrumen Akreditasi (2026):

1.   Kinerja Pendidik/Guru dalam Mengelola Proses Pembelajaran.

2.   Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan

3.   Iklim Lingkungan Belajar

4.   Rapor Pendidikan (Hasil AN/TKA)

2026-02-25

no image

Contoh Dokumen Prosedur Operasional Standar (POS) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah/Madrasah.

Berikut adalah contoh dokumen Prosedur Operasional Standar (POS) atau SOP Satgas TPPK.

no image

Contoh Dokumen Rincian Tugas Tim TPPK.

Berikut adalah contoh rincian Uraian Tugas (Job Description) untuk masing-masing jabatan dalam Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).

no image

Contoh Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah/Madrasah tentang Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)

Contoh Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah/Madrasah tentang Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sesuai dengan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023.

no image

Kinerja Satuan Pendidikan dalam Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan.

Kinerja sekolah atau madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sangat ditentukan oleh ketegasan sikap terhadap praktik perundungan dan kekerasan. Secara operasional, kinerja ini merefleksikan komitmen sekolah/madrasah melalui kepemilikan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan yang nyata, yang ditinjau dari keberadaan tim resmi serta tata laksana pelaporan yang jelas. Sekolah/madrasah yang berkinerja dengan baik tidak hanya memandang keamanan sebagai himbauan kepatuhan moral, tetapi sebagai kewajiban sistemik yang diatur melalui rujukan formal bagi seluruh warga sekolah guna memastikan setiap individu terlindungi dari segala bentuk intimidasi sesuai dengan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

2026-02-24

no image

Membangun Ekosistem Lingkungan Sekolah yang Inklusif.

Dalam konteks inklusif, ketika guru siap mendidik, orang tua siap menerima, dan murid siap berinteraksi, maka terciptalah lingkungan belajar yang harmonis.

no image

Contoh Dokumen SOP Penanganan Murid Disabilitas/berkebutuhan khusus.

Contoh Dokumen SOP Penanganan Murid Disabilitas/berkebutuhan khusus.

2026-02-23

no image

Cotoh format Program Pembelajaran Individual (PPI)

Cotoh format atau template untuk Program Pembelajaran Individual (PPI) bagi anak yang berkebutuhan khusus atau perlu bantuan lebih.

no image

Komitmen dan Kinerja Sekolah/Madrasah dalam Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Inklusif. Apa dan bagaimana bukti kinerjanya!

Pendidikan inklusif di Indonesia bukan sekadar pilihan biasa, melainkan amanat konstitusi dan regulasi yang mengikat dan sekolah harus patuh dan melaksanakannya. Kinerja sekolah/madrasah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif didefinisikan sebagai kesediaan institusi untuk menerima murid penyandang disabilitas serta kepemilikan prosedur penyesuaian layanan yang konkret. Hal ini sejalan dengan Permendikbudristek No. 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak bagi murid Penyandang Disabilitas, yang sekaligus juga menegaskan bahwa satuan pendidikan wajib menyediakan penyesuaian yang diperlukan untuk menjamin partisipasi penuh murid berkebutuhan khusus.

no image

Daftar Sasaran Akreditasi (Sementara) Tahun 2026.

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Menengah (BANPDM) Provinsi Banten telah mengeluarkan Surat Keputusan  Ketua BAN PDM Nomor 008/BAN-PDM/SK/2026 tentang Penetapan Kuota Visitasi Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun 2026.

2026-02-22

no image

Contoh Dokumen POS dalam Mewujudkan Sekolah Aman dan Nyaman.

Contoh Sederhana Dokumen Prosedur Operasional Standar (POS) dalam mewujudkan sekolah/madrasah yang aman dan nyaman sesuai Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

no image

Membangun Kesetaraan Gender di Sekolah/Madrasah yang Homogen. (Implementasi dan Bukti Kinerja).

Implementasi penerapan kesetaraan gender pada sekolah atau madrasah dengan lingkungan homogen memiliki tantangan unik dalam mewujudkan iklim lingkungan belajar yang membangun kesadaran terhadap kesetaraan gender. Kinerja ini didefinisikan sebagai upaya sistematis sekolah dalam membangun kesadaran gender melalui proses pembelajaran, partisipasi dalam berbagai kegiatan, serta berbagai dukungan lainnya, meskipun seluruh muridnya memiliki jenis kelamin yang sama. Indikator ini tidak hanya berfokus pada wacana gender, tetapi juga mengukur kinerja sekolah dalam memfasilitasi hak sipil warga sekolah/madrasah yang berlatar belakang minoritas untuk beribadah, serta menjamin hak yang sama bagi setiap individu untuk berkiprah secara maksimal dalam seluruh kegiatan di sekolah/madrasah guna menyiapkan mereka menjadi warga dunia yang inklusif.

no image

Membangun Kesetaraan Gender di Sekolah/Madrasah yang Heterogen. (Implementasi dan Bukti Kinerja).

Kinerja sekolah atau madrasah dalam menciptakan iklim lingkungan belajar yang inklusif merupakan dasar dalam membangun kesadaran terhadap kesetaraan gender. Secara operasional, kinerja ini diartikan sebagai upaya sistematis sekolah dalam membangun kesadaran gender melalui proses pembelajaran, partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sekolah/madrasah, serta penyediaan dukungan lainnya. Indikator ini juga menjadi tolok ukur penting dalam memfasilitasi hak sipil warga sekolah, termasuk kelompok minoritas, untuk beribadah dengan tenang serta memberikan hak yang sama bagi setiap individu untuk berkiprah dalam berbagai aspek/kegiatan tanpa diskriminatif.

2026-02-20

no image

Contoh Surat Perintah Pelaksanaan Identifikasi Karakteristik Murid Sebagai Bagian dari Identifikasi Dini dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Dalam mewujudkan sekolah Aman dan Nyaman Sesuai Permendikdasmen No 6 Tahun 2026.

Maka sekolah penting untuk identifikasi Karakteristik Murid dari dini. Sebagai kepala sekolah bisa mengenang seluruh guru untuk identifikasi.

2026-02-19

no image

Contoh Dokumen Kebijakan dalam Fasilitasi Hak Sipil bagi Murid dalam Beribadah dan Berbudaya.

Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan Sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga sekolah.

no image

Fasilitasi Hak Sipil bagi Murid dalam Beribadah dan Berbudaya. Apa dan bagaimana Bukti Evidennya?

Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah dan madrasah harus menjadi pusat kebudayaan di mana nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia dijunjung tinggi. Kinerja sekolah/madrasah dalam mewujudkan iklim lingkungan belajar yang kondusif antara lain diukur dari sejauh mana institusi tersebut mampu memfasilitasi hak sipil warganya untuk beribadah dan berbudaya sesuai keyakinan masing-masing. Secara operasional, hal ini mencakup pemenuhan hak murid untuk mendapatkan pendidikan keagamaan yang relevan, serta perlindungan hak bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk menjalankan ritus keagamaan dan ekspresi budaya mereka tanpa diskriminasi.

Kinerja Sekolah/Madrasah dalam Membangun Sikap Positif terhadap Keberagaman.

Kinerja Sekolah/Madrasah dalam Membangun Sikap Positif terhadap Keberagaman.

Ketika setiap elemen sekolah/madrasah, mulai dari pimpinan hingga staf dapat menunjukkan keteladanan dalam menghargai keragaman, maka suasana tersebut secara alami akan diserap oleh murid sebagai norma perilaku yang terpuji yang membudaya.

2026-02-14

no image

Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah dalam Mengelola Kurikulum Sesusai Kebutuhan Murid, Visi, dan Misi.

Dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu, kepala satuan pendidikan harus mampu menyelaraskan strategi pengelolaan kurikulum dengan tujuan jangka panjang sekolah/madrasah. Kinerja kepala sekolah/madrasah dalam mewujudkan kurikulum yang relevan merupakan kemampuan pimpinan dalam mengelola kurikulum agar dapat mencapai visi misi sekolah/madrasah yang telah ditetapkan, serta mampu memanfaatkan berbagai data agar kurikulum tersebut benar-benar relevan dengan kebutuhan belajar murid. Upaya ini merupakan upaya dalam mewujudkan sebuah komitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi setiap murid.

no image

Jadwal Libur dan Kegiatan Pembelajaran Selama Bulan Ramadhan 1447 H tahun 2026.

Surat Edaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang tanggal 13 Februari 2026, tentang kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Pandeglang.