Iklim lingkungan belajar yang kondusif tidak hanya tercermin dari keindahan tata ruang lingkungan sekolah/madrasah, namun yang paling mendasar adalah bagaimana jaminan keselamatan bagi seluruh warga sekolah/madrasah. Kinerja sekolah/madrasah dalam mewujudkan iklim lingkungan belajar yang menjaga keselamatan merupakan sebuah upaya sistematis untuk memastikan kondisi sarana prasarana serta lingkungan sekolah//madrasah tidak membahayakan murid, guru, maupun tenaga kependidikan. Keamanan fisik merupakan fondasi utama, karena tanpa rasa aman dari ancaman bahaya material maupun lingkungan, proses pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara optimal dan bermakna.
Aspek
pertama yang menjadi indikator utama kinerja sekolah/madrasah adalah kondisi
fisik bangunan. Sekolah/madrasah yang berkinerja baik memastikan bahwa seluruh
struktur bangunan, mulai dari atap, dinding, hingga lantai, tidak dalam kondisi
yang membahayakan atau berpotensi roboh sehingga membahayakan warga sekolah/madrasah.
Bangunan yang terpelihara dengan baik mencerminkan komitmen manajemen sekolah
dalam memitigasi risiko kecelakaan kerja maupun kecelakaan saat belajar,
sehingga orang tua merasa tenang saat menitipkan anak-anak mereka di sekolah/madrasah
tersebut.
Selain
struktur bangunan yang terlihat aman dan nyaman, kualitas sarana belajar yang
digunakan oleh murid juga harus mendukung kea rah trsebut (aman nyaman). Oleh
karena itu, sekolah harus memastikan bahwa meja, kursi, alat peraga, hingga
peralatan laboratorium dan alat/media lainnya tidak terbuat dari bahan yang
berbahaya atau memiliki desain yang berpotensi melukai, seperti sudut yang
terlalu tajam atau penggunaan bahan kimia beracun tanpa pengawasan. Pengadaan
sarana belajar yang higienis dan aman merupakan bukti nyata dari kepedulian
sekolah terhadap perlindungan fisik murid dalam aktivitas keseharian mereka.
Langkah
preventif yang harus dilakukan pihak sekolah/madrasah selanjutnya adalah adanya
sistem peringatan dini terhadap potensi bahaya di area sekolah. Kinerja sekolah
yang responsif terlihat dari pemasangan tanda peringatan yang jelas pada
area-area berisiko, seperti lantai yang licin, area tegangan listrik tinggi,
atau tangga yang curam atau licin. Peringatan visual ini berfungsi sebagai
pengingat bagi warga sekolah agar senantiasa waspada, sekaligus menjadi bagian
dari edukasi budaya sadar risiko sejak dini kepada para murid dan warga sekolah
lainnya.
Kinerja
sekolah juga diuji melalui kemampuannya melakukan mitigasi terhadap kondisi
lingkungan sekitar sekolah yang berisiko. Lokasi sekolah yang berada di tempat
ekstrem, seperti di dekat SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), tebing,
di sisi tanah yang labil, atau persimpangan jalan raya yang padat, menuntut
adanya langkah pengamanan ekstra. Sekolah yang sangat baik akan menyediakan
pagar pembatas yang kokoh, jembatan penyeberangan, atau prosedur penyeberangan
murid yang ketat guna memastikan bahwa tantangan geografis dan lingkungan tidak
menjadi ancaman bagi keselamatan nyawa murid dan warga sekolah/madrasah.
Secara
komprehensif, sekolah/madrasah yang memiliki predikat kinerja sangat baik
adalah sekolah yang saat diobservasi mampu membuktikan ketiadaan tiga kondisi
kritis, yaitu: sarana belajar yang melukai murid, minimnya peringatan bahaya,
dan pengabaian terhadap risiko di lokasi sekitar. Keberhasilan ini dicapai
melalui integrasi antara pemeliharaan fisik rutin dengan prosedur operasional
standar (SOP) keselamatan yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh elemen
sekolah. Dengan demikian, keselamatan bukan lagi sekadar formalitas dokumen,
melainkan sudah menjadi budaya.
Sekolah/madrasah yang benar-benar berfokus pada kualitas
pendidikan akan menempatkan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas
tertinggi dalam kinerja manajerialnya. Ciri utama sekolah tersebut adalah
adanya keselarasan antara kelayakan infrastruktur, keamanan sarana belajar,
ketajaman mitigasi risiko lingkungan, dan hadirnya rambu-rambu peringatan yang
memadai. Melalui komitmen yang kuat yang dilakukan pemimpin sekolah dalam
menjaga keselamatan fisik, berarti sekolah telah membangun fondasi kekuatan psikologis
yang baik bagi murid untuk bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan belajar
yang aman, nyaman, dan terlindungi.
Berikut adalah beberpa contoh dokumen yang menunjukkan pengelolaan Iklim Lingkungan Belajar yang menjaga keselamatan warga sekolah/madrasah.
1. Dokumen Tertulis
a)
Laporan Pemeliharaan Sarana
Prasarana:
Berisi catatan rutin mengenai perbaikan bangunan, pemeriksaan kekuatan struktur
(atap, plafon, dinding), dan pemeliharaan fasilitas
b) Dokumen Mitigasi Risiko: Dokumen yang
menunjukkan upaya sekolah dalam mengidentifikasi bahaya di sekitar lokasi
(seperti kedekatan dengan jalan raya atau SUTET, tanah yang curam) dan rencana
penanganannya
c) SOP Keselamatan Lingkungan: Panduan tertulis mengenai prosedur keamanan bagi warga sekolah saat berada di lingkungan yang berpotensi bahaya.
d) Daftar Inventaris Sarana
Belajar:
Catatan yang menunjukkan bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk praktikum atau
belajar telah diperiksa keamanannya (bebas bahan kimia berbahaya yang tidak
terkelola atau benda tajam yang melukai)
2. Bukti Fisik di Lapangan
a) Kondisi Bangunan yang Baik: Tidak ada keretakan besar pada
dinding, plafon yang hampir jatuh, atap yang bocor parah, atau struktur
bangunan yang miring
b) Papan Peringatan Potensi Bahaya: Adanya stiker atau papan peringatan
di titik-titik rawan, seperti:
ü
Peringatan "Jangan
Bersandar" di pagar balkon lantai atas
ü Tanda bahaya pada stop kontak atau area tegangan
tinggi
üPeringatan zat berbahaya di dalam laboratorium
c) Infrastruktur Mitigasi: Adanya
pagar sekolah yang kokoh untuk sekolah di pinggir jalan raya, atau pembatas
khusus jika lokasi sekolah berada di area berisiko tinggi
d) Ketersediaan APAR: Adanya
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berfungsi, tidak kedaluwarsa, dan
diletakkan di tempat yang mudah diakses (terutama dekat dapur atau laboratorium)
Contoh okumen:
1. SOP Keselamatan Lingkungan Sekolah/Madrasah
Terima kasih.
No comments:
Post a Comment