Mari Berbagi...dan Memberi....

2026-02-27

Kinerja Sekolah/Madrasah dalam Pemberian Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

| 2026-02-27

Kinerja sekolah/madrasah dalam mewujudkan kesiapan pemberian Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) merupakan manifestasi dari tanggung jawab sekolah dalam menjamin keselamatan jiwa seluruh warga sekolah. Kinerja ini diartikan sebagai kesiapan sekolah/madrasah dalam menangani kondisi warga sekolah yang memerlukan pertolongan medis darurat secara cepat dan tepat. Kesiapan tersebut tidak hanya diukur dari ketersediaan fasilitas fisik seperti keberadaaan ruang P3K dan perlengkapnnya, tetapi juga melalui pembekalan kompetensi bagi pihak yang bertugas, aksesibilitas peralatan, serta sejauh mana pemanfaatan fasilitas tersebut terintegrasi dalam aktivitas harian sekolah.

Indikator utama dari sekolah yang memiliki kesiapan P3K yang baik adalah tersedianya ruang kesehatan atau Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang memadai. Ruang ini berfungsi sebagai pusat penanganan medis awal bagi murid atau guru yang mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan ringan di lingkungan sekolah sebelum memndapatkan pelayanan kesehatan tinkat lanjut. Sekolah/madrasah yang berkinerja baik mampu menunjukkan bukti pemanfaatan fasilitas seperti melalui catatan penggunaan ruang kesehatan yang yang dilakukan dengan tertib, di mana setiap warga sekolah yang membutuhkan penanganan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, adanya kerjasama formal (MoU) dengan fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau klinik kesehatan untuk memastikan jalur rujukan saat terjadi kasus yang lebih serius.

Aspek kedua yang membuktikan kinerja dalam indicator ini adalah adanya program pembekalan yang sistematis bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) untuk pencegahan dan penanganan serta tindaklanjut saat terjadi insiden yang perlu penanganan lebih lanjut. Sekolah yang efektif tidak hanya memiliki peralatan, tetapi memastikan PTK mampu mengoperasikannya saat dibutuhkan. Bukti pemanfaatan kompetensi ini terlihat dari keterlibatan aktif petugas P3K dalam setiap kegiatan sekolah, baik di dalam kelas maupun saat kegiatan luar ruangan (outdoor). Selain itu, tersedianya panduan tertulis dan pelatihan akan menjamin bahwa tindakan pertolongan pertama yang diberikan selalu mengikuti prosedur medis yang benar dan aman.

Kinerja sekolah/madrasah yang efektif juga sangat bergantung pada aksesibilitas dan kelengkapan peralatan P3K. Ruang dan peralatan ini harus didesain di titik-titik strategis yang mudah dijangkau seperti dari ruang laboratorium, lapangan olahraga, ruang guru, dan lain-lain. Pemanfaatan peralatan yang efektif ditunjukkan dengan adanya buku kendali pemakaian obat dan alat, yang mencatat setiap kejadian dan apa saja yang telah digunakan dan kapan harus dilakukan pengisian ulang (restock). Hal ini memastikan bahwa saat terjadi situasi darurat, peralatan selalu dalam kondisi siap pakai dan tidak ada obat yang kedaluwarsa dan atau habis atau tidak tersedia.

Sekolah/madrasah yang efektif dalam pengelolaan P3K akan melakukan pemanfaatan fasilitas kesehatan melalui pendidikan kesehatan preventif kepada murid dan warga sekolah/madrasah lainnya. Ruang kesehatan tidak hanya digunakan saat ada yang sakit, tetapi juga menjadi pusat edukasi di mana petugas memberikan simulasi P3K sederhana bagi siswa meskipun melalui kerjasama dengan tenaga kesehatan terdekat. Dengan melibatkan siswa dalam simulasi, sekolah telah membangun budaya kesiapsiagaan di seluruh lapisan warga sekolah. Dokumentasi kegiatan simulasi ini menjadi bukti kuat bahwa fasilitas P3K telah dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun kapasitas komunitas sekolah yang sehat, aman dan nyaman.

Selain hal tersebut di atas, kinerja pemanfaatan P3K tercermin dari sistem pelaporan dan evaluasi pasca kejadian. Setiap kali terjadi insiden kecelakaan yang memerlukan tindakan P3K, sekolah yang berkinerja baik akan menyusun laporan kronologi dan tindakan pertolongan. Laporan ini digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki prosedur keamanan atau menambah alat kesehatan yang sekiranya masih kurang. Integrasi antara penggunaan alat, kompetensi petugas, dan evaluasi berkelanjutan ini menciptakan jaring pengaman yang responsif terhadap setiap potensi risiko kesehatan di lingkungan sekolah/madrasah.

Sekolah/madrasah yang memiliki kinerja baik dalam pengelolaan P3K adalah sekolah yang memastikan fasilitas kesehatan mereka hidup (dimanfaatkan dan terus dikembangkan) dan memberikan manfaat nyata kepada warga sekolah/madrasah terutama murid. Ciri utamanya ditandai dengan adanya layanan faskes yang aktif, petugas yang sigap melalui pelatihan, serta peralatan P3K yang aksesibel, tersedia alat dan obat-obatannya serta terdokumentasi pemanfaatannya.

Berikut adalah contoh beberapa dokumen sebagai bukti kinerja bahwa sekolah/madrasah telah melakukan pengelolaan P3K:

1.      Ruang UKS dan perlengkapan serta obat-obatannya, sebagai bukti bahwa layanan darurat kesehatan sudah diantisipasi secara dini)

2.      Program UKS (menujukkan adanya rencana dan pengembangan lebih lanjut tentang bagi warga sekolah).

3.      Buku Register UKS (mencatat siapa yang ditangani dan tindakannya).

4.      Buku Pemakaian Kotak P3K (mencatat stok obat yang keluar/masuk).

  1. Foto dan video Kegiatan (petugas sedang memberikan pertolongan atau sedang melakukan simulasi).
  2. Laporan Kejadian (jika pernah terjadi kecelakaan kecil dan bagaimana P3K dilakukan).

Terima ksih.

Related Posts

No comments:

Post a Comment