Ada 4 Komponen dalam Inntrumen Akreditasi (2026):
1.
Kinerja Pendidik/Guru dalam Mengelola Proses Pembelajaran.
2. Kepemimpinan Kepala
Satuan Pendidikan
3. Iklim Lingkungan
Belajar
4. Rapor Pendidikan (Hasil AN/TKA)
Secara umum Instrumen Akreditasi ini sebagai berikut:
1.
Berfokus pada Penilaian Kinerja Bukan
Administrasi
- Instrumen Baru (2026) Sangat
menekankan pada Kinerja (Performance) dan Kualitas Proses.
Akreditasi tidak lagi hanya menilai kelengkapan administrasi atau format
dokumen secara kaku.
- Contoh Nyata: Dalam penilaian
kurikulum (KSP), yang dinilai bukan format dokumennya, melainkan bagaimana
kurikulum tersebut menjadi rujukan nyata bagi guru dalam mengajar selama
satu tahun ajaran.
2.
Struktur Komponen dan Butir
Instrumen terbaru ini
menyederhanakan fokus ke dalam komponen-komponen utama yang berpusat pada
murid:
- Komponen 1:
Kinerja Pendidik
dalam mengelola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
- Komponen 2: Terfokus pada
kepemimpinan sekolah
- Komponen 3: Fokus pada
iklim lingkungan belajar.
- Butir Penilaian: Terdiri dari
butir-butir yang lebih spesifik, seperti dukungan sosial emosional (Butir
1), pengelolaan kelas (Butir 2), dan efektivitas pembelajaran (Butir 3 dan
4).
3.
Metode Penggalian Data yang Lebih Komprehensif
Pada instrument akreditasi
ini teknik pengambilan data dilakukan secara mendalam (Triangulasi), ayitu :
Pada instrument akreditasi ini teknik pengambilan data dilakukan secara mendalam (Triangulasi), yaitu :
1. Observasi Langsung: Asesor melakukan observasi kelas (sekitar 20 menit) untuk
melihat interaksi nyata antara guru dan murid.
- Wawancara
Multi-Pihak:
Data digali tidak hanya dari Kepala Sekolah dan Guru, tetapi juga secara
aktif melibatkan Murid dan Orang Tua.
ü
Murid: Minimal 5 murid diwawancarai untuk mengonfirmasi pengalaman
belajar mereka.
ü
Orang Tua: Dilibatkan untuk memahami bagaimana
sekolah berkomunikasi tentang perkembangan belajar anak.
- Telaah Dokumen: Dokumen
(seperti RP/Modul AjarP atau KSP, dll) diperiksa bukan untuk melihat
"ada atau tidak ada", melainkan untuk melihat fungsinya dalam
memandu pembelajaran.
1. 4. Skala Penilaian (Rubrik)
Sistem penilaian
menggunakan empat kategori kualitas yang lebih deskriptif:
ü
Kurang
ü
Cukup Baik
ü
Baik
ü
Sangat Baik
Setiap kategori
memiliki kriteria perilaku (indikator) yang jelas. Misalnya, untuk interaksi
guru-murid, kategori "Sangat Baik" dicapai jika guru tidak hanya
mendengar, tetapi juga melakukan penggalian lebih lanjut dan menggunakan bahasa
yang membangun semangat.
5.
Penekanan pada Aspek Sosial-Emosional
dan Karakter
Instrumen 2026 secara
eksplisit memasukkan indikator yang mungkin belum sedalam ini pada instrumen lama,
seperti:
a. Dukungan Sosial
Emosional:
Guru harus mampu membangun kepercayaan diri murid (growth mindset).
- Iklim Keamanan: Termasuk
pencegahan adiksi (narkoba, rokok, gawai) dan edukasi kesehatan
reproduksi.
Intinya adalah instrumen baru ini lebih bersifat kualitatif
dan substantif. Sekolah disarankan untuk tidak hanya menyiapkan tumpukan
dokumen, tetapi memastikan bahwa proses pembelajaran di kelas benar-benar
terjadi sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan dalam rubric, ahal ini
harus dikuatkan/dibuktikan dengan video, foto, dokumen, hasil observasi asesor,
wawancara dengan berbagai pihak (kepala sekolah, guru, murid, orang tua,
komite).
Bagi sekolah yang akan menghadpi akreditasi alagkah lebih
baik untuk membedah bersama semua warga sekolah tentang apa dan m bagaimana
akreditasi dilakukan dan apa yang harus dipersiapkan. Namun intinya adalah
akreditasi hanya memotret secara objektif apa yang sebenarnya terjadi (setiap
hari) di sekolah, jadi sebenarnya tidak perlu ada yang dikhawatirkan karena
semua tentang kinerja sekolah (guru, kepala sekolah, dan iklim lingkungan
sehari-hari) yang terjadi.
Unduh
dan pelajari Instrumen Akreditasi Tahun 2026 Untuk SD, SMP, dan SMA
Terima kasih.
Silahkan berbagi.
No comments:
Post a Comment