Mari Berbagi...dan Memberi....

2025-12-08

Interaksi Guru-Murid yang Setara dan Menghargai

| 2025-12-08

 

Interaksi guru dengan murid yang setara dan menghargai dapat didefinisikan secara operasional sebagai kinerja guru dalam berinteraksi dengan murid selama proses pembelajaran yang menciptakan lingkungan di mana murid merasa aman untuk bertanya, berpendapat, berdiskusi, dan tidak takut salah. Esensi dari interaksi ini adalah pengakuan bahwa setiap murid adalah individu yang memiliki suara, pemikiran, dan kontribusi berharga. Ketika guru menerapkan pendekatan ini, proses belajar bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan menjadi pertukaran ide yang dinamis, di mana rasa hormat menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan akademik dan emosional.

Ciri utama dari interaksi yang setara dan menghargai ini adalah terjadinya percakapan bermakna antara guru dan murid dalam proses belajar. Percakapan ini melampaui tanya jawab dangkal; ini adalah dialog yang memantik pemikiran kritis dan mendorong refleksi mendalam. Dalam konteks ini, guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga secara aktif mengajukan pertanyaan terbuka dan menanggapi respons murid dengan penggalian lebih lanjut (mengeksplorasi ide-ide murid lebih jauh), menunjukkan bahwa pikiran murid benar-benar dihargai. Tujuannya adalah memastikan setiap murid tidak hanya mendengar, tetapi juga didengar.

Selanjutnya, interaksi yang menghargai dicirikan oleh penggunaan bahasa yang sangat diperhatikan. Interaksi antara guru dan murid dalam proses belajar menggunakan diksi/kosakata yang menghargai. Ini berarti guru secara sadar memilih kata-kata yang membangun semangat, menghindari bahasa yang merendahkan, menyindir, atau membuat murid merasa malu. Diksi yang positif dan afirmasi menjadi alat utama untuk memperkuat keberanian murid untuk berpartisipasi. Ketika guru mendengarkan dengan seksama dan merespons dengan bahasa yang penuh penghormatan, ia mengirimkan pesan kuat bahwa pendapat setiap murid itu penting dan valid, yang pada akhirnya membuat murid merasa dihargai/didengar dalam proses belajar.

Sekolah yang berhasil menerapkan interaksi ini dapat terlihat jelas melalui kriteria praktis yang dilakukan oleh guru. Guru secara konsisten memberi kesempatan murid bertanya/berkomentar, yang menjadi langkah awal untuk mengaktifkan suara murid. Namun, tidak cukup hanya memberi kesempatan; guru juga harus memberi kesempatan pada tiga atau lebih murid untuk bertanya/ atau memberi masukan/komentar. Tindakan ini memastikan bahwa partisipasi tidak didominasi oleh segelintir murid dan memvalidasi keragaman pemikiran di kelas. Inklusi semacam ini sangat krusial dalam menciptakan atmosfer yang benar-benar setara.

Kesimpulannya, interaksi guru dengan murid yang setara dan menghargai adalah sebuah komitmen pedagogis untuk membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid. Hal ini bukan sekadar teknik mengajar, tetapi pola pikir yang mengakui bahwa harga diri dan rasa aman emosional murid adalah prasyarat untuk belajar yang efektif. Ketika guru berinteraksi dengan mendengarkan dengan seksama, menggunakan bahasa yang membangun semangat, dan secara konsisten memberikan ruang bagi semua suara untuk berpartisipasi, mereka tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesetaraan, rasa hormat, dan keberanian untuk bersuara.

Interaksi guru-murid yang setara dan menghargai bukan sekadar praktik etis, melainkan sebuah kewajiban pedagogis yang berakar kuat pada tujuan utama Standar Proses Pendidikan. Standar Proses bertujuan menjamin terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

1. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman (Prasyarat Pembelajaran)

Standar Proses Pendidikan dasar dan Menengah Nomoor 16 tahun 2022 menggarisbawahi pentingnya lingkungan belajar yang kondusif. Interaksi yang setara dan menghargai adalah fondasi utama untuk mencapai hal ini.

·         Penciptaan Rasa Aman: Ketika murid merasa dihargai, mereka merasa aman untuk bertanya, berpendapat, berdiskusi, dan tidak takut salah. Rasa aman ini adalah prasyarat mutlak bagi keterlibatan aktif. Jika murid takut dihakimi atau diremehkan, mereka akan pasif, yang secara langsung menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.

·         Peningkatan Keterlibatan: Dalam interaksi yang setara, terjadi percakapan bermakna dan murid merasa dihargai/didengar. Hal ini memotivasi murid untuk berpartisipasi lebih aktif, bukan hanya sekadar mendengarkan, yang merupakan esensi dari pembelajaran yang berpusat pada murid.

2. Memenuhi Prinsip Pembelajaran yang Berpusat pada Murid

Salah satu prinsip utama pembelajaran sesuai Standar Proses adalah bahwa proses pembelajaran harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.

·         Interaktif dan Komunikatif: Interaksi yang setara memastikan komunikasi berlangsung dua arah, di mana guru mendengarkan dengan seksama dan menanggapi dengan penggalian lebih lanjut. Ini mengubah kelas dari ceramah satu arah menjadi forum diskusi yang hidup, sehingga memenuhi kriteria pembelajaran yang interaktif.

·         Pengembangan Karakter: Penggunaan diksi/kosakata yang menghargai dan bahasa yang membangun semangat oleh guru mencerminkan nilai-nilai etika dan karakter yang juga harus ditanamkan kepada murid, sesuai dengan amanat Kurikulum.

3. Optimalisasi Potensi dan Pemberian Kesempatan yang Sama

Standar Proses menekankan bahwa pembelajaran harus memfasilitasi setiap murid untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal.

·         Pemerataan Partisipasi: Guru yang memberi kesempatan pada tiga atau lebih murid untuk bertanya/ atau memberi masukan/komentar memastikan bahwa kesempatan berpendapat tidak hanya dinikmati oleh murid yang dominan. Ini adalah manifestasi dari prinsip kesetaraan, menjamin bahwa suara semua murid didengar dan potensi beragam dapat dieksplorasi.

·         Pengembangan Keterampilan Komunikasi: Dengan secara konsisten mempraktikkan dialog yang menghargai, guru melatih murid untuk juga berkomunikasi secara efektif dan santun, keterampilan penting yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial dan dunia kerja, sejalan dengan tujuan pendidikan untuk menyiapkan lulusan yang kompeten.

Dengan demikian, penerapan interaksi guru-murid yang setara dan menghargai adalah implementasi langsung dari prinsip-prinsip pembelajaran yang diamanatkan dalam Standar Proses, yang bertujuan menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas, efektif, dan mampu mengoptimalkan potensi seluruh peserta didik dalam lingkungan yang aman dan positif.

 

Terima Kasih

 

Related Posts

No comments:

Post a Comment