Mari Berbagi...dan Memberi....

2025-12-09

Interaksi yang Membangun Pola Pikir Bertumbuh pada Murid.

| 2025-12-09

 

Interaksi yang membangun pola pikir bertumbuh merupakan definisi operasional dari kinerja guru dalam menanamkan keyakinan pada murid bahwa kemampuan dirinya dapat terus berkembang dan, oleh karena itu, mereka mampu mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Ini bukan sekadar memotivasi, melainkan praktik pengajaran yang sistematis di mana guru secara konsisten memberikan sinyal dan bukti nyata kepada murid bahwa kecerdasan, bakat, dan keterampilan bukanlah sifat yang tetap (fixed), melainkan sesuatu yang lentur dan bisa diperluas melalui usaha dan strategi yang tepat. Fokus utama dari interaksi ini adalah mengalihkan fokus dari hasil akhir semata ke proses perjalanan belajar, membangun kepercayaan diri murid dalam menghadapi tantangan, dan melihat kegagalan sebagai umpan balik yang berharga.

Ciri utama dari praktik pengajaran dan umpan balik yang diterapkan oleh guru dengan pola pikir bertumbuh adalah penekanannya pada penghargaan atas proses. Guru tersebut cenderung memberi umpan balik yang berfokus pada penghargaan atas usaha murid, secara spesifik dan jelas. Misalnya, guru tidak hanya memuji "kerja bagus," tetapi menyebutkan perilaku atau usaha spesifik yang pantas diapresiasi, seperti "Saya sangat menghargai caramu mencoba strategi yang berbeda di soal ini meskipun awalnya sulit," atau "Kegigihanmu dalam merevisi draf esai itu sungguh luar biasa." Selanjutnya, guru yang efektif akan menjelaskan kepada seluruh kelas tentang mengapa perilaku atau usaha tersebut pantas diapresiasi, menjadikannya contoh praktik belajar yang baik untuk semua.

Guru yang menerapkan interaksi ini juga memiliki keyakinan mendalam yang mereka komunikasikan secara eksplisit kepada murid, yaitu bahwa murid yang kurang berprestasi pun bisa meningkat kemampuan dan prestasi akademiknya asalkan mereka melakukan perubahan. Guru tersebut tidak pernah melabeli murid berdasarkan kemampuan saat ini, melainkan secara eksplisit menyampaikan (kepada murid atau asesor) bahwa pertumbuhan itu mungkin. Mereka akan menjelaskan atau menunjukkan praktik yang sudah dilakukan—baik strategi belajar baru, penggunaan sumber daya, atau kegigihan—agar murid-murid tersebut percaya bahwa mereka bisa menjadi lebih pandai dan berprestasi di masa depan. Hasil dari proses ini adalah bahwa murid memiliki pola pikir bertumbuh dan secara internal menyadari potensi perkembangan dirinya.

Rasionalitas Interaksi Pola Pikir Bertumbuh

Rasionalitas mendasar mengapa interaksi yang membangun pola pikir bertumbuh perlu dilakukan guru dalam pembelajaran adalah untuk memutus siklus keputusasaan dan hambatan belajar yang diciptakan oleh pola pikir tetap (fixed mindset). Ketika murid percaya bahwa kemampuan mereka sudah paten, mereka cenderung menghindari tantangan, menyerah setelah kegagalan pertama, dan merasa terancam oleh keberhasilan orang lain. Sebaliknya, interaksi growth mindset memberdayakan murid untuk mengambil risiko intelektual, memandang kegagalan sebagai data yang memberi tahu mereka di mana harus berinvestasi lebih banyak usaha dan strategi, dan memelihara kegigihan (daya tahan) yang diperlukan untuk penguasaan yang mendalam.

Pada akhirnya, interaksi ini bukan hanya tentang meningkatkan nilai akademis, melainkan tentang menyiapkan murid untuk menghadapi kompleksitas kehidupan pasca-sekolah. Dengan menanamkan keyakinan bahwa kemampuan dapat dibentuk, guru membantu murid mengembangkan kemampuan adaptif yang krusial untuk menghadapi tantangan baru di masa depan. Pola pikir bertumbuh yang tertanam melalui umpan balik dan praktik pengajaran yang disengaja menjadi kerangka mental yang memungkinkan murid untuk terus belajar dan berkembang jauh setelah mereka meninggalkan kelas, menjadikannya kompetensi abad ke-21 yang vital dan mendasar dalam proses pembangunan manusia seutuhnya.

Kunci penting dari umpan balik pola pikir bertumbuh adalah:

1.   Spesifik: Menyebutkan perilaku atau usaha yang diapresiasi ("Usahamu berlatih di depan cermin").

2.   Fokus pada Proses/Strategi: Memberi tahu murid bagaimana mereka bisa berkembang dan apa yang harus diubah ("Lihat lagi langkah-langkah yang kamu ambil," "mengasah caramu belajar").

3.   Memisahkan Nilai dari Identitas: Tidak melabeli kemampuan bawaan, tetapi menyoroti tindakan yang dapat dikontrol murid.


Contoh pemberian umpan balik.


Terima Kasih.

Related Posts

No comments:

Post a Comment