Mari Berbagi...dan Memberi....

2020-10-05

OPTIMALISASI PELAYANAN ANTENATAL, PERSALINAN, NIFAS, DAN BAYI BARU LAHIR DI ERA PANDEMI COVID-19

| 2020-10-05

 


Oleh: YULIANTI, S.ST

(UPT Puskesmas Cipeucang Pandeglang Banten)


Wabah Corona Virus atau COVID-19 telah berdampak kepada seluruh aspek kehidupan manusia di selurh dunia. Dampak Covid telah memakan korban jiwa dan menurunnya tingkat ekonomi masyarakat karena pembatasan sosial.



Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran pemerintah telah menetapkan bencana non alam ini sebagai bencana nasional Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional.

Pemerintah berkewajiban untuk melindungi dan mngayomi seluruh masyarakat termasuk dalam suasana darurat seperti pandemi saat ini. Jumlah korban yang meningggal dan terkonfirmasi positif Covid-19 terus melonjak. Kondisi ini tentu harus menjadi prioritas penanggulangan pemerintah, namun sepertinya belum juga menunjukkan keberhasilan.

Pada aspek kesehatan, seperti kematian ibu dan kematian neonatal masih menjadi tantangan besar dan perlu mendapatkan perhatian dalam situasi bencana COVID-19. Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sampai tanggal 2 Oktober 2020, jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 295.499 orang, pasien sembuh sebanyak 221.340 (77,90% dari pasien yang terkonfirmasi), dan pasien meninggal sebanyak 10.972 orang (3,71%) dari pasien yang terkonfirmasi. (https://covid19.go.id/p/berita/kesembuhan-kumulatif-mencapai-221340-kasus)

Hal yang mengharukan adalah Dari total pasien terkontamisasi positif COVID-19, sebanyak 5.316 orang (2,4%) adalah anak berusia 0-5 tahun dan terdapat 1,3% di antaranya meninggal dunia. Untuk kelompok ibu hamil, terdapat 4,9% ibu hamil terkonfirmasi positif COVID-19 dari 1.483 kasus terkonfirmasi yang memiliki data kondisi penyerta. Data ini menunjukkan bahwa ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir juga merupakan sasaran yang rentan terhadap infeksi COVID-19 dan kondisi ini dikhawatirkan akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. (Pedoman Pelayanan Antenatal, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru lahir. Germas Kemenkes, 2020).

Dalam situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini yang banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Yang diakui atau tidak ibu hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan lainnya karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil, serta adanya ketidaksiapan layanan dari segi tenaga dan sarana prasarana termasuk Alat Pelindung Diri. Yang pada akhirnyaakan menyebabkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir menjadi menjadi tidak optimal, baik secara akses maupun kualitas.

Agar pelayanan terhadap ibu hamil berjalan optimal sesuai dengan target/tujuan pelayanan, maka pemerintah melalui Kementerian Keshatan menerbitkan buku "Pedoman Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi Baru Lahir".

Diharapkan seluruh tenaga kesehatan khususnya bidan pada semua unit layanan kesehatan ibu hami dapat melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan pedoman tersebut dalam memberikan pelayanan antenatal, persalinan dan pasca salin di era adaptasi kebiasaan baru. Sehingga ibu dan bayi tetap mendapatkan pelayanan esensial, faktor risiko dapat dikenali secara dini, serta mendapatkan akses pertolongan kegawatdaruratan, selain itu tenaga kesehatan dapat terlindungi dari penularan COVID-19 yang banyak dikhawatirkan dapat menular jika tanpa protokol yang baik.

Semoga....


Sumber: Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Keseharan RI. Pedoman Antenatal, Persalinan, Nifas, dan Bayi Baru Lahir (di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Jakarta, 2020.

Related Posts

No comments:

Post a Comment