Tabel ringkasan jumlah maksimal murid per rombongan belajar berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 26Tahun 2025, Pasal 8 ayat (2):
|
Jenjang / Bentuk Satuan
Pendidikan |
Maksimal Murid per Rombel |
Maksimal Rombel per Sekolah |
|
PAUD (Usia 0-2 tahun) |
10 Murid |
16 Rombel |
|
PAUD (Usia >2-4 tahun) |
12 Murid |
16 Rombel |
|
PAUD (Usia >4-6 tahun) |
15 Murid |
16 Rombel |
|
SD / Madrasah Ibtidaiyah (MI) |
28 Murid |
24 Rombel |
|
SMP / Madrasah Tsanawiyah (MTs) |
32 Murid |
33 Rombel |
|
SMA / Madrasah Aliyah (MA) |
36 Murid |
36 Rombel |
|
SMK / Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) |
36 Murid |
72 Rombel |
|
SD Luar Biasa (SDLB) |
5 Murid |
30 Rombel |
|
8 Murid |
33 Rombel (SMPLB) / 36 Rombel (SMALB) |
|
|
Program Paket A (Kesetaraan) |
20 Murid |
36 Rombel |
|
Program Paket B (Kesetaraan) |
25 Murid |
36 Rombel |
|
Program Paket C (Kesetaraan) |
30 Murid |
36 Rombel |
Poin
Penting Mengenai Pengecualian
Berdasarkan peraturan ini, jumlah tersebut dapat dilebihi (kondisi pengecualian) apabila:
- Satuan pendidikan berada di wilayah dengan
keterbatasan jumlah sekolah yang dapat diakses
. - Adanya keterbatasan
jumlah pendidik atau ruang kelas yang tersedia.
- Penetapan kondisi pengecualian ini harus melalui verifikasi dan validasi oleh unit pelaksana teknis Kementerian atau instansi terkait.
- Satuan
pendidikan dengan kondisi pengecualian wajib memenuhi ketentuan jumlah normal
paling lambat 2 (dua) tahun
.
Terima
kasih
No comments:
Post a Comment