Mari Berbagi...dan Memberi....

2026-05-07

Pengolahan Hasil Asesmen Pembelajaran.

| 2026-05-07

Masih ingat fungsi asesmen formatif dan sumatif?

Penting bagi kita untuk memisahkan antara nilai formatif dan sumatif. Mengingat formatif hanya berfungsi sebagai evaluasi proses, maka nilainya tidak boleh menjadi komponen pembagi nilai rapor.

Untuk menentukan hasil akhir, kita sebaiknya menggunakan nilai dari beberapa rangkaian asesmen sumatif. Dengan memecah asesmen sumatif ke dalam beberapa tahap, murid memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka tanpa merasa tertekan oleh jadwal yang terlalu padat. Oleh karena itu, nilai formatif dan sumatif harus terpisah. Mengingat formatif hanya berfungsi sebagai evaluasi proses, maka nilainya tidak boleh menjadi komponen pembagi nilai rapor.

Untuk menentukan hasil akhir, kita sebaiknya menggunakan nilai dari beberapa rangkaian asesmen sumatif. Dengan memecah asesmen sumatif ke dalam beberapa tahap, murid memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka tanpa merasa tertekan oleh jadwal yang terlalu padat.

Proses pengolahan hasil asesmen dilakukan melalui analisis kuantitatif maupun kualitatif. Setiap hasil yang diperoleh dari tujuan pembelajaran baik berupa angka (kuantitatif) atau narasi hasil pengamatan dan rubrik (kualitatif). Data ini diolah dengan membandingkan capaian murid terhadap Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), baik untuk tujuan pembelajaran turunan maupun capaian di akhir fase.

Berikut adalah langkah-langkah dalam mengolah hasil asesmen tersebut:

1.   Mengolah hasil asesmen untuk mengevaluasi ketercapaian satu tujuan pembelajaran.

Pelaksanaan asesmen sumatif dilakukan secara berkala setelah satu atau beberapa tujuan pembelajaran tercapai. Nantinya, hasil penilaian tersebut diolah untuk melihat sejauh mana capaian setiap murid, baik dalam bentuk data kualitatif maupun kuantitatif sesuai KKTP yang telah dibuat/ditetapkan selumnya. Pendidik juga memiliki fleksibilitas penuh dalam mengolah angka-angka tersebut, baik dengan metode rata-rata maupun secara proporsional. Selanjutnya Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas cukup, murid dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi dari kriteria yang ditetapka, misalnya perlu bimbingan, cukup, baik dan sangat baik.

 

2.   Mengolah hasil asesmen dari beberapa tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir

Tujuan pembelajaran yang dicapai murid merupakan bahan yang diolah menjadi nilai akhir mata pelajaran dalam kurun waktu pelaporan (biasanya satu semester). Untuk  mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai murid, dan kompetensi yang belum dikuasai, serta dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas.

Mari kita ingat kembali bahwa tujuan utama asesmen adalah mendukung keberhasilan murid. Dengan penyajian nilai yang transparan dan deskripsi kompetensi yang akurat, kita membantu murid dan orang tua memahami apa yang sudah dicapai dan apa yang masih perlu diperjuangkan bersama.

Selamat mengelola asesmen dengan lebih bermakna!



 

Related Posts

No comments:

Post a Comment