Masih ingat fungsi asesmen formatif dan sumatif?
Penting bagi kita untuk memisahkan antara nilai formatif dan sumatif. Mengingat formatif hanya berfungsi sebagai evaluasi proses, maka nilainya tidak boleh menjadi komponen pembagi nilai rapor.
Untuk menentukan
hasil akhir, kita sebaiknya menggunakan nilai dari beberapa rangkaian asesmen
sumatif. Dengan memecah asesmen sumatif ke dalam beberapa tahap, murid memiliki
kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka tanpa merasa tertekan
oleh jadwal yang terlalu padat. Oleh karena itu, nilai formatif dan sumatif
harus terpisah. Mengingat formatif hanya berfungsi sebagai evaluasi proses,
maka nilainya tidak boleh menjadi komponen pembagi nilai rapor.
Untuk menentukan
hasil akhir, kita sebaiknya menggunakan nilai dari beberapa rangkaian asesmen
sumatif. Dengan memecah asesmen sumatif ke dalam beberapa tahap, murid memiliki
kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka tanpa merasa tertekan oleh
jadwal yang terlalu padat.
Proses pengolahan
hasil asesmen dilakukan melalui analisis kuantitatif maupun kualitatif. Setiap
hasil yang diperoleh dari tujuan pembelajaran baik berupa angka (kuantitatif)
atau narasi hasil pengamatan dan rubrik (kualitatif). Data ini diolah dengan
membandingkan capaian murid terhadap Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
(KKTP), baik untuk tujuan pembelajaran turunan maupun capaian di akhir fase.
Berikut adalah
langkah-langkah dalam mengolah hasil asesmen tersebut:
1.
Mengolah hasil asesmen untuk
mengevaluasi ketercapaian satu tujuan pembelajaran.
Pelaksanaan
asesmen sumatif dilakukan secara berkala setelah satu atau beberapa tujuan
pembelajaran tercapai. Nantinya, hasil penilaian tersebut diolah untuk melihat
sejauh mana capaian setiap murid, baik dalam bentuk data kualitatif maupun
kuantitatif sesuai KKTP yang telah dibuat/ditetapkan selumnya. Pendidik juga
memiliki fleksibilitas penuh dalam mengolah angka-angka tersebut, baik dengan
metode rata-rata maupun secara proporsional. Selanjutnya Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran
pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas cukup, murid dianggap telah
mencapai kriteria ketercapaian kompetensi dari kriteria yang ditetapka,
misalnya perlu bimbingan, cukup, baik dan sangat baik.
2.
Mengolah hasil asesmen dari beberapa
tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir
Tujuan pembelajaran yang dicapai murid
merupakan bahan yang diolah menjadi nilai akhir mata pelajaran dalam kurun
waktu pelaporan (biasanya satu semester). Untuk
mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif
langsung diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan
penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai murid, dan kompetensi yang
belum dikuasai, serta dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas.
Mari kita ingat kembali bahwa
tujuan utama asesmen adalah mendukung keberhasilan murid. Dengan penyajian
nilai yang transparan dan deskripsi kompetensi yang akurat, kita membantu murid
dan orang tua memahami apa yang sudah dicapai dan apa yang masih perlu
diperjuangkan bersama.
Selamat mengelola asesmen
dengan lebih bermakna!
No comments:
Post a Comment